FAKTOR RISIKO OBESITAS SENTRAL PADA APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DI KOTA PADANG

Erina Masri, Maria Nova, Ratna Kumala Sari

Abstract


Pengukuran lingkar perut pada 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2017 di kota Padang menunjukkan hampir sebagian besar (75%) mengalami obesitas sentral. Obesitas sentral meningkatkan risiko kematian akibat penyakit degeneratif. Penyebab mendasar obesitas sentral adalah ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian obesitas sentral pada ASN di Kota Padang. Penelitian bersifat analitik dengan desain case control. Populasi adalah semua ASN di Dinas Pendidikan Kota Padang, BPKA dan BAPPEDA. Jumlah sampel kelompok kasus dan kontrol 134, ditentukan dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dengan pengukuran lingkar perut dan wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionaire. Analisa data secara bivariat menggunakan uji Chi-Square  dan nilai Odds Ratio (p < 0,05 dan OR > 1 ). Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko kejadian obesitas sentral pada ASN di Kota Padang adalah asupan lemak (p=0,033 ; OR=8,949), asupan serat (p=0,002 ; OR=3,716), aktivitas fisik (p=0,001 ; OR=3,627). Asupan karbohidrat sederhana (p=0,286), asupan protein (p=1,000), asupan vitamin D (p=0,827), asupan kalsium (p=0,576) tidak berhubungan dengan faktor risiko kejadian obesitas sentral. Asupan lemak, serat dan aktivitas fisik merupakan faktor resiko obesitas sentral. Asupan karbohidrat sederhana, protein, vitamin D dan kalsium bukan faktor resiko obesitas sentral.

 


Keywords


Obesitas sentral; asupan makanan;aktivitas fisik

References


Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Barning, Frank dan Abarin, Taraneh. 2016. Assesing The Causality Factors in The Association Between (Abdominal) Obesity and Physical Activity Among The Newfoundland Population-A Mendelian Randomization Analysis. Genetic & Epigenetic, 15-24.

Bowen, et al. 2015. Associations between diet, physcial activity and body fat dsitribution: a cross sectional study in an India population. BMC Public Health, 15:281.

Burhan, F. Z., Sirajuddin, S., dan Indriasari, R. Pola Konsumsi Terhadap Kejadian Obesitas Sentral pada Pegawai Pemerintahan di Kantor Bupati Kabupaten Jeneponto [ARTIKEL PENELITIAN]. Makassar : Universitas Hasanudin Makaasar, 2013.

Cahyono, Suharjo B. 2012. Gaya Hidup dan Penyakit Modern. Yogyakarta : Penerbit KANISIUS (Anggota IKAPI).

Duh H, et al.2010. Dietary Fiber and Subsequent Changes in Body Weight and Waist Circumference in European Men and Women. Am J Clin Nurt : 91: 329-36.

Gonzalez, et al. 2015. Vitamin D Status is Inversely Associated With Obesity in a Clinic Based Sample in Puerto Rico. Nutrition Research: 35(4):287-293.

Lenders, Carine M, dkk. 2009. Relation of body fat indexes to vitamin D status and deficiency among obese adolescents. The American Journal of Clinical Nutrition, Vol. 90 : 459 - 67.

Luong, Khan Vinh Quoc dan Nguyen, Lan Thi Hoang. 2013. The Beneficial Role of Vitamin D in Obesity : Possible Genetic And Cell Signaling Mechanisms. Nutrition Journal, 12-89.

Newby, PK, et al. 2009. Dietary patterns and changes in body mass index and waist circumference in adults. Am J Clin Nutr. 77:1417-1425.

Nisa, Khiyarotun dan Fikawati, Sandra. Faktor Dominan yang Berhubungan dengan Obesitas Sentral pada Kader Kesehatan di Wilayah UPT Puskesmas Kecamatan Sawangan Kota Depok [ARTIKEL PENELITIAN]. Jakarta : Universitas Indonesia, 2013.

Oommen, Anitha dan Al-Zahrani, Ibrahim Hassan. 2015.Assocition of obesity with vitamin D deficiency and the clinical implications. International Journal of Research in Medical Sciences, Vol. 3 : 3264.

Pereira DDC, Patricia R, Lima A, et al. 2013. Association Between Obesity and Calsium : Phosphorus Ratio in The Habitual Diets of Adults in A city of Northeastern Brazil : an Epidemiological Study.

Rahmandita, Ajeng Putri dan Adriani, Merryana. Perbedaan Tingkat Konsumsi dan Aktivitas Fisik pada Wanita (20-54 Tahun) Obesitas Sentral dan Non Sentral [ARTIKEL PENELITIAN]. Surabaya : Universitas Airlangga, 2017.

Riskesdas dalam angka. 2013. Provinsi Sumatera Barat : Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Riskesdas Nasional. 2013. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Riskesdas. 2013. Pedoman Pengisian Kuesioner. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Rosenblum, Jennifer L, dkk. 2012. Calsium and Vitamin D Supplementation is Associated With Descreased Abdominal Visceral Adipose Tissue in Overweight and Obese Adult. The American Journal of Clinical Nutrition, Vol. 95(1): 101–108.

Sudikno, dkk. 2015. Faktor Risiko Obesitas Sental pada Orang Dewasa Umur 25 - 65 Tahun di Indonesia (Analisis Data Riset Kesehatan Dasar 2013) [Jurnal Penelitian Gizi Makanan, Vol. 38(2) : 111-120].

Sugianti, Elya., Hardinsyah., Nurfi Afriansyah. 2009. Faktor Risiko Obesitas Sentral pada Orang Dewasa di DKI Jakarta [Jurnal Gizi Indonesia, Vol. 2, No.32 :105-116].

Sugimoto, dkk. 2016. Abdominal Obesity Mediates The Association Between a Low Physical Activity and Decline In Gait In Community-Dwelling Elderly People:A Cross-Sectional Study. Japanese Journal of Geriatrics : 53(1) : 54-61.

Tchernof, A dan Despres, J. P. 2013. Pathophysiology Of Human Visceral Obesity. Physiol Rev. 93.

WHO. 2014. Obesity and Overweight. Diakses di http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/ pada 3 Mei 2017.

Zhu W, Cai D, Wang Y, et al. Calcium plus Vitamin D 3 Supplementation Facilitated Fat loss in Overweight and Obese College Students with Very-Low Calcium Consumption : a Randomized Controlled Trial. 2013:8-15.

Zulferi dan Asriati, Tessa. 2017. Analisis Faktor Risiko Asupan Zat Gizi dengan Kejadian Obesitas Sentral pada Wanita Dewasa di Kecamatan Nanggalo Kota Padang Tahun 2017 [Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. XI, Jilid 2, No. 77].


Refbacks

  • There are currently no refbacks.