EFEK PROTEKSI EKSTRAK DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) TERHADAP DISFUNGSI SEL ENDOTEL PADA MENCIT PUTIH JANTAN DENGAN PENGINDUKSI LARUTAN NaCl 3%

suhatri suhatri

Abstract


Sel endotel adalah selapis sel pada lapisan intima dinding pembuluh darah yang berperan dalam mengatur tonus otot polos pembuluh darah dengan melepaskan Endothelium Derived Relaxing Factor (EDRF) dan Endothelium Derived Contracting Factor (EDCF). Disfungsi sel endotel adalah ketidakseimbangan antara EDRF dan EDCF. Penelitian tentang efek proteksi disfungsi sel endotel ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) telah dilakukan pada mencit putih. Disfungsi sel endotel diinduksi dengan larutan NaCl 3%. Pada penelitian ini hewan percobaan yang digunakan adalah mencit putih jantan dengan berat badan 20-30g dan berumur 2-3 bulan. Parameter yang diamati adalah kadar NO serum. Dosis pemberian ekstrak daun sambung nyawa yang digunakan yaitu 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB.  Ekstrak dan larutan NaCl 3% diberikan bersamaan secara oral selama 21 hari. Kelompok negative (hewan normal) hanya diberikan suspensi Na.CMC 0,5%. Hasil penelitian setelah pemberian ekstrak daun sambung nyawa semua dosis uji dapat meningkatkan kadar NO serum. Berdasarkan uji statistik kadar NO serum dengan menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan, dosis 100 mg/kgBB dan dosis 200 mg/kgBB berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol positif (P<0,05), sedangkan dosis 50 mg/kgBB tidak berbeda nyata (P>0,05). Pemberian ekstrak daun sambung nyawa dapat memproteksi disfungsi sel endotelyang diinduksi dengan larutan NaCl.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.