KADAR ENZIM SERUM GLUTAMATE OKSALOASETAT TRANSAMINASE (SGOT) DAN SERUM GLUTAMATE PIRUVAT TRANSAMINASE (SGPT) PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD ABEPURA JAYAPURA

Tika Romadhonni, Ester Rampa, Rini Prastyawati, Herlando Sinaga, Marlon Marson Dimara

Sari


Hati sebagai salah satu organ penting pada tubuh manusia memiliki fungsi yaitu memetabolisme zat-zat berbahaya dalam darah termasuk obat-obatan. Keharusan pasien Skizofrenia dalam mengkonsumsi obat dapat memperberat kerja hati, beberapa parameter yang digunakan dalam melihat kerja hati yaitu serum glutamate oksaloasetat transaminase (SGOT) dan serum glutamate piruvat transaminase (SGPT). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kadar SGOT dan SGPT pada Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Abepura. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, dari tanggal 1 April sampai dengan 30 Mei 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan Uji Laboratorium. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pasien Skizofrenia yang dirawat di RSJD Abepura. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang (total populasi). Sampel darah pasien Skizofrenia diperiksa di Laboratorium Rumah Sakit TK II Marthen Indey Jayapura. Sampel darah yang diambil, dimasukan dalam tabung reaksi, dicentrifuge lalu dibaca hasil dengan menggunakan alat Easy Ra. Berdasarkan hasil penelitian dari 35 sampel didapat hasil SGOT tinggi sebanyak 94,29%, dengan rata-rata kadar SGOT 70 U/L dan SGPT tinggi sebanyak 74,29%, dengan rata-rata kadar SGPT 62 U/L.


Kata Kunci


SGOT, SGPT, pasien Skizofrenia

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anjelisa, Tiara., Suwarni Ruhi, 2018, Pengaruh Pemberian Obat Terhadap Tingginya Kadar Enzim Serum Glutamate Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamate Piruvat Transaminase (SGPT) Pada Pasien Gangguan Jiwa di RS Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara, Jurnal MediLab Mandala Waluya Kendari, 2(1), 49-53.

Cahyaningtyas., Rahmatini., Kurniawan Sedjahtera, 2017, Hubungan Lama Terapi Antipsikotik dengan Kadar SGOT dan SGPT pada Pasien Skizofrenia di RSJ Prof. H.B Sa’anin, Padang Tahun 2013, Jurnal Kesehatan Andalas, 6(1), 128-133.

Joyce. L,2010, Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik, EGC, Jakarta.

Maslim, R, 2001, Buku saku diagnosis gangguan jiwa rujukan ringkas dari PPDGJ-III. Edisi ke-1. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran, Unika Atmajaya, Jakarta.

Poedjiadi, 2004, Dasar-Dasar Biokimia, UI Press, Jakarta.

RISKESDAS, 2013, Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2013, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Riswanto, 2009, SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase), diakses tanggal 18 Oktober 2018.

Sonderup, 2006, Drug Induced Liver Injury is a Significant Cause of Liver Disease, Including Cronic Liver, Drug Induced Injury. 29(6).

SOP RSMI Jayapura, 2018, Nilai normal Pemeriksaan SGOT dan SGPT, Rumah Sakit Tk.II Marthen Indey Jayapura, Jayapura.

Suryadi dan Marzuki, 2008, Pemeriksaan Faal Hati, Cermin Kedokteran, 30(1), 14-19.

WHO, 2007, Klasifikasi Gangguan Jiwa.World Health Organization.

WHO, 2015, World Health Statistics 2015.

Yazid E, Nursanti L & Sudiyarto OH, 2006, Penuntun Praktikum Biokimia Untuk Mahasiswa Analis, Ed 1, Andi Offset, Yoyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.36434/scientia.v10i2.229

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan

diterbitkan oleh STIFI Perintis Padang

Jl. Adinegoro km 17/Simp. Kalumpang Lubuk Buaya Padang – 25173

Telp. (0751) 482171  Fax. (0751)484522

    p-ISSN : 2087-5045                 e-ISSN : 2502-1834

       

 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.