IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO DEPRESI DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI

Nora Wulandari, Tuti Wiyati, Virza Astami

Sari


Gagal ginjal kronis merupakan suatu penyakit dengan pengobatan dalam jangka waktu lama yang secara tidak langsung akan memberikan perubahan hidup pasien serta berisiko terjadinya depresi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kejadian depresi, tingkat kepatuhan minum obat dan mengetahui hubungan antara depresi dengan kepatuhan minum obat pada pasien gagal ginjal kronis di RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional. Kuesioner Morisky Medication Adherence Scale(MMAS-8) digunakan untuk menilai kepatuhan minum obat, sedangkan Clinically Useful Depression Outcome Scale(CUDOS) untuk menilai tingkat depresi. Penelitian ini melibatkan 138 responden yang menggunakan obat minum. Dari hasil penelitian ini didapatkan sebanyak31,2% responden dengan depresi minimal, dan 45,7% responden dengan kepatuhan minum obat yang tinggi. Faktor lamannya pengobatan signifikan dengan depresi (p=0,006) sedangkan faktor status pendidikan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p=0,011). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara depresi dan kepatuhan minum obat (p=0,957).


Kata Kunci


Gagal ginjal kronis; faktor risiko depresi; kepatuhan minum obat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdulmalik, M. Alkatheri., et al. (2014). Medication Adherence among Adult Patients on Hemodialysis. Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation, 25(5), 1078.

Amalia, F., & Azmi, S. (2015). Artikel Penelitian Gambaran Tingkat Depresi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUP DR . M . Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 115–121.

Chironda, G., & Bhengu, B. (2016). Contributing Factors to Non-Adherence among Chronic Kidney Disease (CKD) Patients: A Systematic Review of Literature. Medical & Clinical Reviews, 02(04), 1–9.

Cukor, D., Rosenthal, D. S., et al. (2009). Depression is an important contributor to low medication adherence in hemodialyzed patients and transplant recipients. Kidney International, 75(11), 1223–1229.

DiPiro, J. T., Scwhinghammer, T.L., & DiPiro, c. v. (2015). Pharmacotherapy Handbook Ninth Edition. United State: McGraw-Hill Education.

Haryanti, S., Ikawati, Z., dkk. (2016). Hubungan Kepatuhan Menggunakan Obat Inhaler β2-Agonis dan Kontrol Asma pada Pasien Asma. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 5(4), 238–248.

Hidayat, Rahmat., Azmi, Syaiful., Pertiwi, D. (2016). Hubungan Kejadian Anemia dengan Penyakit Ginjal Kronik pada Pasien yang Dirawat di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP dr M Djamil Padang Tahun 2010. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(3), 546–550.

ICSI. (2013). Adult Depression in Primary Care Guideline. Institute for Clinical Systems Improvement.

Jain, D., Aggarwal, H. K., Meel, S. (2018). Assessment of Medication Adherence in Chronic Kidney Disease Patients : A International Journal of Health Sciences and Research Assessment of Medication Adherence in Chronic Kidney Disease Patients : A Tertiary Care Experience, 8(February), 20–30.

James, J. A. (2013). Patient Engagement: People Actively Involved in Their Health and Health Care Tend to Have Better Outcomes–and, Some Evidence Suggests, Lower Costs. Project HOPE.

Karuniawati, E., Supadmi, W. (2016). Kepatuhan Penggunaan Obat dan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Periode Maret 2015. Jurnal Farmasi Sains Dan Komunitas, 13(2).

Kefale, B., Tadesse, Y., et al. (2018). Management practice, and adherence and its contributing factors among patients with chronic kidney disease at Tikur Anbessa Specialized Hospital: A hospital-based cross-sectional study. PLoS ONE, 13(7), 1–21.

Kemenkes RI. (2017). Situasi Penyakit Ginjal Kronis. In InfoDATIN Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI (pp. 1–5).

Kemenkes RI. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018 (p. 61). https://doi.org/1 Desember 2013

Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia). (2016). Indonesian Renal Registry 2016 (p. 1–46).

Pranandari, R. (2015). Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronik Di Unit Hemodialisis RSUD Wates Kulon Progo. Applied Physics Letters, 25(7), 415–418.

Saeed, Zeb., Aizaz, M., et al. (2012). Depression in patients on hemodialysis and their caregivers. Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation, 23(5), 946.

Setiati, S., Sudoyo, A, W., dkk. (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ethiopia Public Health Training Initiative (VI). Jakarta Pusat: Interna Publishing.

Shanty, M. (2011). Silent Killer Diseeases. Yogyakarta: Javalitera.

Simanjuntak, V. O., Lamtiar, R. R., & Sitepu, J. N. (2017). Korelasi Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Skor Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Instalasi Dialisis RSUD Dr . Pirngadi Medan Periode Januari-Maret Tahun 2017. Journal of Medicine, (September), 63.

Suwitra K. (2014). Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi ke-6. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Jakarta.

Tomasello, S. (2011). Secondary hyperparathyroidism and target organs in chronic kidney disease. Hippokratia, 15(SUPPL. 1), 33–38.

Zimmerman, M., Chelminski, I., McGlinchey, J. B., & Posternak, M. A. (2008). A clinically useful depression outcome scale. Comprehensive Psychiatry, 49(2), 131–140.




DOI: http://dx.doi.org/10.36434/scientia.v10i2.254

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan

diterbitkan oleh STIFI Perintis Padang

Jl. Adinegoro km 17/Simp. Kalumpang Lubuk Buaya Padang – 25173

Telp. (0751) 482171  Fax. (0751)484522

    p-ISSN : 2087-5045                 e-ISSN : 2502-1834

       

 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.