FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DENGAN VARIASI CARBOPOL 940 DAN CMC Na SEBAGAI GELLING AGENT

yahya febrianto

Sari


Ekstrak etanol daun cabai rawit (Capsicum frustescens L.) mengandung flavonoid sebagai agen antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acnes yang kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan variasi gelling agent carbopol 940 dan CMC Na. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap stabilitas fisik maupun evaluasi sediaan gel ekstrak etanol daun cabai rawit (Capsicum frustescens L.) melalui uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, kemampuan proteksi, pH, viskositas, daya lekat, dan uji stabilitas fisik. Setelah didapatkan hasil uji daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas kemudian data diolah menggunakan metode One Way ANOVA atau Kruskal Wallis, sedangkan uji stabilitasnya diolah dengan metode Paired Sample T Test atau Uji Wilcoxon. Sediaan gel ekstrak etanol daun cabai rawit yang didapat berupa massa gel berwarrna hijau kecoklatan, homogen, berbau khas daun cabai, namun tidak mampu memberikan proteksi. Evaluasi daya lekat sediaan gel yaitu 12,40-31,17 detik, daya sebar sebesar 3,89-6,19 cm, viskositas sebesar 158,33-262,5 dpas, pH sebesar 7,08-7,36. Dari hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa formula 5 merupakan formula yang terbaik karena memilki daya lekat paling lama dan pH yang mendekati pH kulit. Variasi gelling agent mempengaruhi evaluasi sediaan berupa hasil organoleptis, daya lekat, daya sebar, dan viskositas dengan hasil p<0,05 yang artinya ada perbedaan signifikan antar tiap formula. Sedangkan uji stabilitas fisik sediaan gel ekstrak etanol daun cabai rawit stabil dalam penyimpanan suhu kamar selama satu bulan dengan hasil p>0,05 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan pada evaluasi sediaan tiap minggunya.


Kata Kunci


farmasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustina, F., Krisanti, R.I.A., Sudharmono, A., 2009. Peranan Laser Pada Penatalaksanaan Sikatriks Atrofik Pasca Akne : Teknik Ablatif, Nonablatif, dan Faraksional. Universitas Indonesia, Jakarta.

Ansel, H.C., 2008. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Keempat. ed. UI Press, Jakarta.

Anuzar, C.H., Hazar, S., Suwendar, S., 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cabe Rawit (Capsicum frustescens L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri

Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes secara Invitro. Pros. Farm. 0, 457–464.

Ayuningtyas, N.D., Pitarisa, A.P., 2018. Petunjuk Praktikum Teknologi Sediaan Cair- Semipadat Semester IV. Akademi Farmasi Nusaputera, Semarang.

Khairany, N., Idiawati, N., Agus Wibowo, M., 2015. Analisis Sifat Fisik dan Kimia Gel Ekstrak Etanol Daun Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott). Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Movita, T., 2013. Acne vulgaris. Continuing Medical Education. 40 (4), 269–272.

Sayuti, N.A., 2015. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.). J. Kefarmasian Indones.

Shukry, M.H., Ghada, F., 2013. Evaluation of Topical Gel Bases Formulated with Various Essential Oils for Antibacterial Activity against Methicillin Resistant

Staphylococcus Aureus. Trop. J. Pharm.

Su’aida, N., Sari, D.I., Fitriana, M., 2017. Optimasi Sediaan Gel Fraksi Etil Asetat Buah Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) dengan Kombinasi Basis CMC Na dan Carbopol Menggunakan Metode Simplex Lattice Design. JCPS J. Curr. Pharm. Sci. 1, 19–24




DOI: http://dx.doi.org/10.36434/scientia.v10i2.323

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan

diterbitkan oleh STIFI Perintis Padang

Jl. Adinegoro km 17/Simp. Kalumpang Lubuk Buaya Padang – 25173

Telp. (0751) 482171  Fax. (0751)484522

    p-ISSN : 2087-5045                 e-ISSN : 2502-1834

       

 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.