Pengaruh Konsentrasi Natrium CMC dan Natrium Alginat Sebagai Gelling Agent Pada Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Gel Semprot Ekstrak Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria)

nelly djamain

Sari


Faktor utama yang mempengaruhi sifat fisik dari gel adalah penggunaan gelling agent. Pada penelitian ini digunakan kombinasi antara Natrium CMC dan natrium alginate sebagai agent sediaan gel semprot dari ektrak daun mangkokan (Polyscias scutellaria) yang  mampu mengaktivasi pertumbuhan rambut karena  mengandung senyawa flavonoid. Senyawa golongan flavonoid seperti apigenin yang terdapat di dalam daun mangkokan terbukti dalam merangsang pertumbuhan rambut (Rakhmawati 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi Natrium CMC dan natrium alginat yang diformulasikan menjadi basis sediaan gel semprot. Dibuat tiga formula dengan konsentrasi yang berbeda untuk Na CMC, yaitu F1 0,8%, F2 1,0% dan F3 1,2%. Sediaan gel semprot dievaluasi secara fisik meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, pola semprot, daya sebar lekat, uji sentrifugasi, dan cycling test, dilakukan selama 21 hari pada suhu ruang pada hari ke 0, 7, 14 dan 21. Didapatkan hasil evaluasi fisik pada ketiga formula stabil dari segi organoleptik, homogenitas, pH berada pada kisaran 5,11-5,48, viskositas pada formula 1,2,3 sebesar 413, 00, 666, 01 1916, dimana formula 1 masih memenuhi kisaran viskositas untuk sediaan gel semprot, dengan pola semprot menyebar dibandingkan 2 formula yang lainnya. Dalam hal ini menunjukan semakin tinggi konsetrasi Na CMC semakin tinggi viskositasnya.


Kata Kunci


gel semprot, daun mangkokan, Polyscias scutellaria, natrium CMC, natrium alginat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agoes G. (2007). Teknologi Bahan Alam. Ed. Revisi. Bandung: Institut Teknologi Bandung. https://doi.org/10.1021/ol048976u

Ansari SA. (2009). Skin pH and Skin Flora. In: Barel AO, Paye M, Maibach HI, eds. Cosmetic Science and Technology. Third Edition. 3rd ed. New York: Informa Healthcare; 224-232.

Ansel, H. C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi IV. In American Journal of Pharmacology and Toxicology.

Aponno, J. V, Yamlean, P. V. Y., & Supriati, H. S. (2014). Uji Efektivitas Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn) Terhadap Penyembuhan Luka yang Terinfeksi BakteriStaphylococcus aureus Pada Kelinci (Orytolagus cuniculus). PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT.

Dalimartha, S. (1999). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Trubus Agriwidya.

Goeswin, A. (2012). Sediaan Farmasi Likuida-Semisolida. Bandung: ITB.

H., K., M.H., K., & M., K. (2015). Aleurites moluccana (L.) Willd.: ekologi, silvikultur dan produktivitas. In Aleurites moluccana (L.) Willd.: ekologi, silvikultur dan produktivitas. https://doi.org/10.17528/cifor/003480

Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. Terbitan Kedua. Institut Teknologi Bandunf. Bandung. https://doi.org/10.1109/JSTQE.2013.2274724

Hariana, A. (2006). Tumbuhan obat dan khasiatnya. Jakarta. https://doi.org/10.1016/j.cviu.2005.07.005

Holland, Troy, Chaouk H, et al. Spray Hydrogel Wound Dressing. United State Patent Applicaton Publication; 2002.

Jafar, G., Adiyati, I., & Kartanagara, F. F. (2019). Pengembangan Formula dan Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Kombinasi Daun Teh dan Mangkokan Yang Diinkorporasikan ke dalam Spray Sebagai Penumbuh Rambut. Jurnal Pharmascience. https://doi.org/10.20527/jps.v4i2.576

Jubaidah S, Indriani R, Sa’adah H, Wijaya H. (2018). Formulasi dan Uji Pertumbuhan Rambut Kelinci dari Sediaan Hair Tonic Kombinasi Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens Linn) dan Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg). J Ilmia Manuntung;4(1):8-14.

Kamishita T, Miyazaki T, Okuno Y. (1992).Spray Gel Base and Spray GelPreparation Using Thereof. Osaka: Toko Yakuhin Kogyo Kabushiki Kaisha;.

Lieberman, A. H., Rieger, M. M., and B. S. G. (1998). Pharmaceutical Dosage Forms: Disperse System. New York: Marcel Dekker, Inc.

Mishra, B. B., & Tiwari, V. K. (2011). Natural products: An evolving role in future drug discovery. European Journal of Medicinal Chemistry. https://doi.org/10.1016/j.ejmech.2011.07.057

Prasojo, S. P. A., Mulyani, S., & Mufrod. (2012). Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Stabilitas Fisik dan Kimia Lotion Penumbuh Rambut Ekstrak Biji Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd.). Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia, 17(1), 1–7.

Rakhmawati. (2008). Uji Efek Salep Ekstrak Etanol Daun Waru, Daun Mangkokandan Kombinasinya Terhadap Pertumbuhandan Kelebatan Rambut Kelinci Albino Jantan. ITB.

Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME. (2009).Handbook of Pharmaceutical Excipients: Pharmaceutical Excipients. 6th Editio. (Rowe RC, Sheskey PJ, Quinn ME, eds.). Pharmaceutical Press adn American Pharmacists Association; doi:10.1007/978-1-908517-43-2

Seidel, V., (2006), Initial and Bulk Extraction, In: Sarker, S. D., Latif, Z., & Gray, A. I., (eds) Natural Product Isolation, 27-46, Humana Pers, New Jersey.

Syamsuni. (2006).Farmasetika Dasar Dan Hitungan Farmasi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Suyudi SD. (2014).Formulasi Gel Semprot Menggunakan Kombinasi Karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Pembentuk Gel. Salsabiela Dwiyudrisa Suyudi, ed. Skripsi.

Tarigan, J., Zuhra, C., dan Herlince, S. (2008). Skrining Fitokimia Tumbuhan Yang Digunakan Oleh Pedagang Jamu Gendong Untuk Merawat Kulit Wajah Di Kecamatan Medan Baru. Jurnal Biologi Sumatera, 1–6.

Tetti, M. (2014). Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif. Jurnal Keseh




DOI: http://dx.doi.org/10.36434/scientia.v11i1.331

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan

diterbitkan oleh STIFI Perintis Padang

Jl. Adinegoro km 17/Simp. Kalumpang Lubuk Buaya Padang – 25173

Telp. (0751) 482171  Fax. (0751)484522

    p-ISSN : 2087-5045                 e-ISSN : 2502-1834

       

 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.