POTENSI ANTIKANKER EKSTRAK SPONS LAUT NATUNA DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

Delladari Mayefis

Sari


Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau memiliki kekayaan biota laut yang melimpah. Salah satunya adalah spons yang mengandung berbagai macam metabolit sekunder yang memiliki sifat toksik untuk membunuh sel kanker. Potensi sitotoksik yang dimiliki spons dapat digunakan sebagai sumber obat antikanker baru, mengingat kanker merupakan penyakit dengan tingkat kematian tertinggi didunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa bioaktif antikanker pada ekstrak spons laut di Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Metoda yang digunakan untuk skrining awal potensi antikanker adalah metoda BSLT. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa toksisitas ekstrak kasar metanol spons laut natuna mempunyai LC50 sebesar 51,64 ppm dan tergolong sangat toksik . Hal ini mempunyai kontribusi besar terhadap pengembangan sumber daya laut yang spesifik asal Kepulauan Riau, dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat obat antikanker unggulan.

 


Kata Kunci


Spons Laut ; Potensi Antikanker; Ui Toksisitas; BSLT; Pulau Natuna

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Astuti, P., Alam, G., Hartati, M. S., Sari, D., & Wahyuono, S. (2005). Uji sitotoksik senyawa alkaloid dari spons petrosia sp: potensial pengembangan sebagai antikanker. Majalah Farmasi Indonesia, 16(1), 58-62.

Calcabrini, C., Catanzaro, E., Bishayee, A., Turrini, E., & Fimognari, C. (2017). Marine sponge natural products with anticancer potential: An updated review. Marine drugs, 15(10), 310.

Carballo, J. L., Hernández-Inda, Z. L., Pérez, P., & García-Grávalos, M. D. (2002). A comparison between two brine shrimp assays to detect in vitro cytotoxicity in marine natural products. BMC biotechnology, 2(1), 17.

Fajarningsih, N. D., Januar, H. I., Wikanta, T., & Nursid, M. (2006). Correlation between brine shrimp lethality test and cytotoxicity assay in marine natural product screening. In Proceeding International seminar and workshop marine biodiversity and their potential for developing bio-pharmaceutical industry in Indonesia (pp. 136-141).

Hanani, E., Munim, A., & Sekarini, R. (2012). Identifikasi senyawa antioksidan dalam spons callyspongia sp dari kepulauan seribu. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 2(3), 127-133.

Handayani, D., & Aminah, I. (2017). Antibacterial and cytotoxic activities of ethyl acetate extract of symbiotic fungi from West Sumatra marine sponge Acanthrongylophora ingens. J Appl Pharm Sci, 7(2), 237-40.

Handayani, D., Handayani, C., & Krisyanella, K. (2016). Isolasi Senyawa Kimia Utama Dari Fraksi Aktif Sitotoksik Spon Laut Petrosia sp (MN05). Jurnal Farmasi Higea, 4(1), 24-30.

Kemenkes RI. 2015. Panduan Memperingati Hari Kanker Sedunia di Indonesia Tahun 2015. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Krisyanella, H. D. (2011). Yunance L. Uji aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi dari spon laut Petrosia sp dengan metoda brine shrimp lethality test. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 16(2), 156-166.

Martiningsih, N. W. (2013, December). Skrining Awal Ekstrak Etil Asetat Spons Leucetta sp. Sebagai Antikanker dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). In Prosiding Seminar Nasional MIPA.

Mayer, A. M., & Gustafson, K. R. (2006). Marine pharmacology in 2003–2004: anti-tumour and cytotoxic compounds. European Journal of Cancer, 42(14), 2241-2270.

McLaughlin, J. L., Chang, C. J., & Smith, D. L. (1993). Simple bench-top bioassays (brine shrimp and potato discs) for the discovery of plant antitumor compounds: review of recent progress.

Mehbub, M. F., Lei, J., Franco, C., & Zhang, W. (2014). Marine sponge derived natural products between 2001 and 2010: trends and opportunities for discovery of bioactives. Marine drugs, 12(8), 4539-4577.

Meyer, B. N., Ferrigni, N. R., Putnam, J. E., Jacobsen, L. B., Nichols, D. J., & McLaughlin, J. L. (1982). Brine shrimp: a convenient general bioassay for active plant constituents. Planta medica, 45(05), 31-34.

Ribeiro, S. M., Cassiano, K. M., Cavalcanti, D. N., Teixeira, V. L., & Pereira, R. C. (2012). Isolated and synergistic effects of chemical and structural defenses of two species of Tethya (Porifera: Demospongiae). Journal of sea research, 68, 57-62.

Roué, M., Quévrain, E., Domart-Coulon, I., & Bourguet-Kondracki, M. L. (2012). Assessing calcareous sponges and their associated bacteria for the discovery of new bioactive natural products. Natural product reports, 29(7), 739-751.

Setyowati, E. P., & Wahyuono, S. (2005). Jaspamide: Structure identification of cytotoxic and fungicide compound isolated from Stylissa flabelliformis sponges. Indonesian Journal of Pharmacy, 12-19.

Setyowati, E., Jenie, U. A., Sudarsono, B. K., Rahmat, R., & Meiyanto, E. (2005). Isolasi senyawa sitotoksik spons Kaliapsis. Majalah Farmasi Indonesia, 18(4), 183-189.

Sladic, D., & Gasic, M. J. (2006). Reactivity and biological activity of the marine sesquiterpene hydroquinone avarol and related compounds from sponges of the order Dictyoceratida. Molecules, 11(1), 1-33.

Sukmarianti, N. W. S., Suaniti, N. M., & Swantara, I. M. D. (2013). Identifikasi Dan Uji Aktivitas Antikanker Ekstrak Spons Ianthella basta Terhadap Larva Artemia salina L. CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry).

Yalçın, F. N. (2007). Biological activities of the marine sponge Axinella. Hacettepe Üniversitesi Eczacılık Fakültesi Dergisi, (1), 47-60.




DOI: http://dx.doi.org/10.36434/scientia.v11i1.338

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan

diterbitkan oleh STIFI Perintis Padang

Jl. Adinegoro km 17/Simp. Kalumpang Lubuk Buaya Padang – 25173

Telp. (0751) 482171  Fax. (0751)484522

    p-ISSN : 2087-5045                 e-ISSN : 2502-1834

       

 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.