HIDROKSIKLOROKUIN UNTUK PENGOBATAN SARS-CoV-2 (COVID-19)

Yerlina Yerlina

Sari


COVID-19 merupakan penyakit dengan resiko penularan yang sangat tinggi dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. WHO menyatakan penyakit ini sebagai pandemi. Hidroksiklorokuin diyakini memiliki efek potensial sebagai terapi pengobatan dan profilaksis pada pasien COVID-19, meskipun masih terdapat kekhawatiran akan adanya efek samping.

Hidroksiklorokuin dapat menghambat masuknya virus SAR-VoC-2 ke dalam sel inang dan  menghambat atau memperlambat proses replikasi virus SAR-VoC-2 di dalam sel inang. Aktivitas imunomodulator hidroksiklorokuin diharapkan dapat membantu proses pemulihan pasien COVID-19.

Artikel merupakan kajian literatur untuk melihat sifat farmakokinetik dan farmakodinamik, efek samping serta efektivitas Hidroksiklorokuin pada pengobatan COVID-19. Hasil diskusi menyatakan efek antivirus hidroksiklorokuin dengan beberapa mekanisme kerjanya, diyakini aman digunakan sebagai terapi profilaksis dengan dosis dan durasi pemakaian yang direkomendasikan, yang diberikan kepada ODP dan PDP sehingga diharapkan dapat menurunkan tingkat keparahan penyakit.

Kata kunci :   COVID-19, SAR-VoC-2, Hidroksiklorokuin, ODP, PDP.


Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.36434/scientia.v11i1.357

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


SCIENTIA Jurnal Farmasi dan Kesehatan

diterbitkan oleh STIFI Perintis Padang

Jl. Adinegoro km 17/Simp. Kalumpang Lubuk Buaya Padang – 25173

Telp. (0751) 482171  Fax. (0751)484522

    p-ISSN : 2087-5045                 e-ISSN : 2502-1834

       

 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.